Namaku mungkin
hanya satu di antara ribuan santri yang pernah menginjakkan kaki disalah satu
pesantren tertua dan terbesar diujung kota itu . Tapi bagiku, setiap langkah
yang kutempuh hari ini, setiap gelar, setiap kepercayaan orang, setiap pintu
pendidikan yang terbuka—semuanya bermula dari satu sosok yang tak pernah
menyebut dirinya hebat: ibuku.
“Setiap orang hebat pasti terlahir dari Rahim Wanita yang hebat pula”
